Senin, 23 April 2012

Rumus Struktur dan Isomer



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Bidang Kimia dibagi dalam dua kelompok besar yang disebut Kimia Organik dan Anorganik, karena senyawa organik mengandung karbon, Kimia Organik dapat didefinisikan sebagai Kimia Karbon.
Unsur senyawa karbon sangat unik karena dapat berikatan dengan sesamanya membentuk senyawa rantai dan cincin yang mantap, n-heksana, C6H12 dan Sikloheksana, C6H12 adalah contoh molekul rantai cincin dengan karbon.
Isomer adalah molekul-molekul yang mempunyai rumus molekul yang sama tetapi strukturnya yang berbeda (atau susunan atomnya dalam molekul berbeda)
Dalam ilmu kimia, isomer ialah molekul-molekul dengan rumus kimia yang sama (dan sering dengan jenis ikatan yang sama), namun memiliki susunan atom yang berbeda (dapat diibaratkan sebagai sebuah anagram). Kebanyakan isomer memiliki sifat kimia yang mirip satu sama lain. Juga terdapat istilah isomer nuklir, yaitu inti-inti atom yang memiliki tingkat eksitasi yang berbeda.
1.2    Tujuan Praktikum
Mahasiswa dapat menyusun model suatu rantai, lingkaran dan isomer – isomer suatu senyawa









BAB II
KAJIAN TEORI

2.1    Pengertian
Isomer adalah molekul yang memiliki formula molekul yang sama tetapi memiliki pengaturan yang berbeda pada bentuk 3D. Tidak termasuk pengaturan berbeda yang diakibatkan rotasi molekul secara keseluruhan ataupun rotasi pada ikatan tertentu (ikatan tunggal).
Isomer adalah molekul-molekul yang mempunyai rumus molekul yang sama tetapi strukturnya berbeda (atau susunan atomnya dalam molekul berbeda).keisomeran biasanya lazim dijumpai diantara senyawaan karbon, tetapi jarang di temui dalam senyawaan kovalen lainya dan senyawaan ion.isomer-isomer biasanya berbeda sifat fisik dan kimianya, seperti yang anda amati pada percobaan ini.
O-(ortho) diklorobenzena dan p-(para)-diklorobenzena, C6H4CL2, adalah sepasang isomer. n-butil alkohol, t-butil alkohol dan di etil eter semuanya adalah isomer dengan rumus molekul C4H10O, karena n-butil dan t-butil  alkohol adalah anggota dari keluarga alkohol (dicirikan oleh gugus OH) kebanyakan sifatnya serupa.tetapi di etil eter adalah anggota dari keluarga ater, yang di kenali melalui oksigen yang terikat pada gugus karbon,dan sifatnya amat berbeda. Anda akan menguji sifat ketiga senyawa tersebut dalam percobaan ini.
(Modul Praktikum Kimia Organik I hal. 13-15)
Dalam ilmu kimia, isomer ialah molekul-molekul dengan rumus kimia yang sama (dan sering dengan jenis ikatan yang sama), namun memiliki susunan atom yang berbeda (dapat diibaratkan sebagai sebuah anagram). Kebanyakan isomer memiliki sifat kimia yang mirip satu sama lain. Juga terdapat istilah isomer nuklir, yaitu inti-inti atom yang memiliki tingkat eksitasi yang berbeda.
Contoh sederhana dari suatu isomer adalah C3H8O. Terdapat 3 isomer dengan rumus kimia tersebut, yaitu 2 molekul alkohol dan sebuah molekul eter. Dua molekul alkohol yaitu 1-propanol (n-propil alkohol, I), dan 2-propanol (isopropil alkohol, II). Pada molekul I, atom oksigen terikat pada karbon ujung, sedangkan pada molekul II atom oksigen terikat pada karbon kedua (tengah). Kedua alkohol tersebut memiliki sifat kimia yang mirip. Sedangkan isomer ketiga, metil etil eter, memiliki perbedaan sifat yang signifikan terhadap dua molekul sebelumnya. Senyawa ini bukan sebuah alkohol, tetapi sebuah eter, dimana atom oksigen terikat pada dua atom karbon, bukan satu karbon dan satu hidrogen seperti halnya alkohol. Eter tidak memiliki gugus hidroksil.
Isomer-isomer C3H8O
Terdapat dua jenis isomer, yaitu isomer struktural dan stereoisomer. Isomer struktural adalah isomer yang berbeda dari susunan/urutan atom-atom terikat satu sama lain. Contoh yang disebutkan diatas termasuk kedalam isomer struktural. Sedangkan stereoisomer memiliki struktur yang sama, namun beberapa atom atau gugus fungsional memiliki posisi geometri yang berbeda.
Isomer adalah molekul yang memiliki formula molekul yang sama tetapi memiliki pengaturan yang berbeda pada bentuk 3D. Tidak termasuk pengaturan berbeda yang diakibatkan rotasi molekul secara keseluruhan ataupun rotasi pada ikatan tertentu (ikatan tunggal).
Sebagai contoh, keduanya adalah molekul yang sama. Dan keduanya bukan isomer. Keduanya merupakan butan.
bentbutane

Isomer juga tidak terjadi pada rotasi di ikatan ikatan tunggal. Jika anda memiliki sebuah model molekul didepan mata anda, anda harus mempretelinya dan menyusung ulang kembali untuk menghasilkan isomer dari molekul tersebut. Jika anda hanya memutar-mutar ikatan tunggal, yang anda hasilkan bukanlah isomer, molekul tersebut sama sekali tidak berubah.
Klorin bisa saling berhadapan atau saling membentuk sudut 90°. Tapi sebenarnya kedua struktur ini adalah sama dan serupa. Lihat  struktur mereka dalam bentuk model berikut.
ch2cl2model
Struktur yang satu  hanya merupakan rotasi dari struktur yang lain.
Pikirkan struktur yang lebih kompleks seperti C2H5Cl. Formula gambarnya dapat ditulis sebagai berikutT:
c2h5cldispl
Namun sekali lagi keduanya adalah sama dan serupa. Lihat model berikut.
c2h5clmodel
Anda harus tetap berhati-hati menggambarkan struktur dengan cara ini. Ingat bahwa kedua struktur ini melambangkan molekul yang sama.
c2h5cldispl
Ketiga struktur ini melambangkan butan.
butanedispl
Kesemuanya hanyalah versi lain dari karbon yang berikatan pada satu garis. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa terjadi rotasi disebagian ikatan karbon. Anda dapat melihatnya dalam model berikut.
butanemodel
Tidak ada satupun yang dapat mewakili bentuk butan secara tepat. Bentuk butan menurut konvensi adalah pada satu garis lurus, seperti bagian pertama dari struktur diatas.
Hal ini menjadi lebih penting saat anda membuat cabang rantai karbon. Struktur berikut sekalai lagi semuanya mewakili molekul yang sama 2-metilbutan.
methylbutane
Kedua struktur pada sebelah kiri jelas-jelas sama. Hanya diputar. Dan yang satu lagi tidak begitu jelas bila anda tidak melihat struktur tersebut secara detail. Ada 4 karbon yang terikat dalam satu baris, dengan grup CH3 terikat pada daerah dekat ujung. Jika anda mempunyai model atom, persamaan diantara keduanya dapat dilihat bila anda memutar sebagian dari ikatan dan memuatar seluruh model kimia itu sedikit.
Untuk mengatasi hal yang membingungkan ini, konvensi menyarankan anda untuk selalu melihat rantai karbon terpanjang dan menggambarkannya secara horisontal. Dan yang lainnya diikatkan pada rantai tersebut.
Tidak penting jika anda mengambarnya menghadap atas atau bawah. Semuanya ewakili molekul yang sama.
complex1
Jika anda menbuat model atom darinya, anda dapat melihat bahwa hal itu terjadi hanya dengan memutar satu atau lebih rantai-rantai karbon.
Bagaimana menggambar struktur formula dalam 3 Dimensi
Ada saat dimana sangat peting untuk menggambar struktur 3D dari bagian sebuah molekul. Untuk melakukan hal ini Ikatan ditampilkan menggunakan simbol-simbol konvensional:
bondtypes
   
Sebagai contoh, anda mungkin ingin untuk menampilkan bentuk 3D dari grup sekitar karbon yang merupakan group -OH pada butan-2-ol.
Butan-2-ol mempunyai formula struktur:
butan2ol
Dengan memakai Notasi ikatan konvensional, anda dapat menggambarnya, sebagai contoh:
butan2ol3d
Satu-satunya perbedaan antara keduanya hanyalah sedikit rotasi di ikatan antara pertengahan dua karbon. Hal ini diperlihatkan dalam dua model dibawah. Perhatikan dengan seksama-terutama pada apa yang telah terjadi pada taom hidrogen tunggal. Pada model tangan kiri, berada dibelakang karbon. pada model tangan kanan pada bidang datar yang sama. perbedaannya hanya sedikit.
butan2olmod
Bukan masalah gambar mana yang harus anda gambar. Bahkan anda bia menciptakan satu lagi dengan mudahnya. Pilih salah satu dan biasakan menggambar struktur tiga dimensi dengan cara seperti itu. Kebiasaan yang digunakan dalam website ini yaitu menggambar dua ikatan yang menjauhi kertas dan satu ikatan yang keluar dari kertas seperti pada diagram tangan kiri diatas.
Perhatikan bahwa  tidak ada usaha untuk menampilkan seluruh molekul dalam bentuk 3D pada formula strukur diatas. Group CH2CH ditinggalkan dalam bentuk sederhana.Tetap buat gambar sederhana -terlalu banyak detail membuat keseluruhan menjadi sulit untuk dimengerti!
Formula Skeletal (formula rangka) 
Pada formula skeletal, semua atom hidrogen dihilangkan dari rantai karbon, meninggalkan rangka karbon dengan Group Fungsional terikat padanya.
Sebagai contoh yang baru saja kita bicarakan  butan-2-ol. Struktur normal dan struktur rangka terlihat seperti ini:
butan2olskel
Dalam gambar kerangka di jenis ini:
·       ada atom karbon pada setiap persimpangan antara ikatan pada rantai dan ujung dari setiap ikatan (kecuali bila ada  yang lain seperti -OH pada contoh).
·       Jumlah hidrogen yang teikat pada tiap karbon cukup untuk membuat jumlah ikatan oleh karbon sama dengan 4.
Waspadai! Gambar dalam jenis ini memerlukan latihan untuk dapat dimengerti -mungkin tidak akan diterima oleh pemeriksa anda. 
Namun ada contoh dimana gambar seperti ini sering dipakai. Termasuk Cincin cincin atom yang secara mengejutkan sulit untuk digambar dingan rapih dengan struktur formula normal.
Cyclohexane, C6H12, is a ring of carbon atoms each with two hydrogens attached. This is what it looks like in both a structural formula and a skeletal formula.
cyclohexane
Dan ini adalah sikloheksen yang sama sama tapi mengandung  ikatan rangkap:
cyclohexene
Yang paling umum adalah benzen yang mempunyai simbol tersendiri.
benzene
Memutuskan jenis formula untuk dipakai
Semuanya tergantung hanya kepada pengalaman -feeling adalah cara terbaik untuk menemukan jenis formula pada situasi yang anda hadapi. 
Jangan khawatir tentang hal ini- semakin anda membaca tentang kimia organik anda akan mengerti secara natural. Dan anda akan terbiasa menulis formula dalam mekanisme reaksi, atau struktur dari isomer, atau dalam persamaan reaksi kimia sederhana anda mungkin tidak memikirkannya sama sekali.


Jenis jenis Isomer Struktur
a)    Isomer rantai
Isomer-isomer ini muncul karena adanya kemungkinan dari percabangan rantai karbon. Sebagai contoh, ada dua buah isomer dari butan, C4H10. Pada salah satunya rantai karbon berada dalam dalam bentuk rantai panjang, dimana yang satunya berbentuk rantai karbon bercabang.
butane
Hati-hati untuk tidak menggambar isomer yang salah yang hanya merupakan rotasi sederhana dari molekul awal. Sebagai contoh, struktur dibawah ini merupakan versi lain dari rantai panjang butan yang diputar apa daerah tengah dari rantai karbon.
Anda dapat melihatnya dengan jelas pada model dibawah ini. Ini merupakan contoh yang sebelumnya telah kita gunakan diatas.
bentbutane
Pentane, C5H12, mempunyai tiga rantai isomer. Jika anda berpikir anda bisa menemukan yang lain, maka yang anda temukan hanyalah molekul yang sama yang diputar. Jika anda masih meragukannya gunakanlah sebuah model.
pentane


b)   Isomer posisi
Pada isomer posisi, kerangka utama karbon tetap tidak berubah. Namun atom-atom yang penting bertukar posisi pada kerangka tersebut.
Sebagai contoh, ada dua isomer struktur dengan formula molekul C3H7Br. Pada salah satunya bromin berada diujung dari rantai. Dan yang satunya lagi pada bagian tengah dari rantai.
bromoprop
Jika anda membuat model, tidak mungkin anda bisa mendapatkan molekul yang kedua dari molekul yang pertama dengan hanya memutar ikatan2 tunggal. Anda harus memutuskan ikatan bromin dibagian ujung dan memasangkannya ke bagian tengah. Pada saat yang sama anda harus memindahkan hidrogen dari tengah ke ujung.
Contoh lain terjadi pada alkohol, seperti pada C4H9OH
butanola
Hanya kedua isomer ini yang bisa anda dapatkan dari rantai dengan empat buah karbon bilamana anda tidak mengubah rantai karbon itu sendiri. Anda boleh, mengubahnya dan menghasilkan 2 buah isomer lagi.
butanolb
Anda juga bisa mendapatkan isomer posisi dari rantai benzen. Contoh pada formula molekul C7H8Cl. Ada empat isomer berbeda yang bisa anda buat tergantung pada posisi dari atom klorin. Pada sebuah kasus terikat pada atom dari karbon yang berikatan dengan cincin, dan ada tiga buah lagi kemungkinan saat berikatan dengan cincin karbon. (Lihat Gambar)
chlorotol
c)    Isomer grup fungsional
Pada variasi dari struktur isomer ini, isomer mengandung grup fungsional yang berbeda- yaitu isomer dari dua jenis kelompok molekul yang berbeda.
Sebagai contoh, sebuah formula molekul C3H6O dapat berarti propanal (aldehid) or propanon (keton).
aldket
Ada kemungkinan yang lain untuk formula molekul ini. Sebagai contoh anda dapat mengikat rangkap rantai-rantai karbon dan memanbahkan -OH di molekul yang sama.
enol
Contoh yang lain diilustrasikan dengan formula molekul C3H6O2. Diantaranya terdapat struktur isomer yaitu asam propanoik(asam karboksilat) dan metil etanoat (ester).
acidester
Variasi dalam struktur senyawa organik di sebabkan oleh jumlah atom atau jenis atom dalam molekul.tetapi variasi dalam struktur ini dapat juga terjadi karena urutan atom yang terikat satu sama lain dalam suatu molekul. Misalnya untuk rumus molekul C2H6O dapat di tulis dua rumus bangun yang berlainan.kedua rumus bangun ini menyatakan dua senyawa yang berlainan: di metal eter(t.d -23.6ºC),suatu gaya yang di pernah digunakan sebagai refrigerant (gas dalam lemari es) dan sebagai suatu gas dorong aerosol, serta etanol (t.d 78.5ºC) suatu cairan yang di gunakan sebagai pelarut (solvent) dan dalam minuman beralkohol.
Dua senyawa atau lebih yang memiliki rumus molekul yang sama di sebut isomer satu terhadap yang lain.jika senyawa-senyawa dengan rumus molekul yang sama itu memiliki urutan atom yang berlainan, maka mereka mempunyai struktur (bangun) yang berlainan di sebut isomer structural satu terhadap yang lain (kelak akan di jumpai, macam isomer lain). Di metal eter dan etanol merupakan contoh sepasang isomer struktural.
 Sebelum ada teori valensi, kimiawan/fisiologis Perancis Louis Pasteur (1822-1895) telah mengenali pengaruh struktur molekul individual pada sifat gabungan molekul. Ia berhasil memisahkan asam rasemat tartarat (sebenarnya garam natrium amonium) menjadi (+) dan (-) berdasarkan arah muka hemihedral kristalnya (1848). Kedua senyawa memiliki sifat fisika (misalnya titik leleh) dan kimia yang sama, tetapi ada perbedaan dalam sifat optik dalam larutan masing-masing senyawa. Keduanya memutar bidang polarisasi cahaya, dengan kata lain mempunyai keaktifan optik. Rotasi jenis kedua senyawa, yang mengkur kekuatan rotasi kedua senyawa, memiliki nilai absolut yang sama, namun tandanya berlawanan. Karena molekul berada bebas dalam larutan, perbedaan ini tidak dapat dijelaskan karena perbedaan struktur kristal. Sayangnya waktu itu, walaupun teori atom sudah ada, teori valensi belum ada. Dengan kondisi seperti ini Pasteur tidak dapat menjelaskan penemuannya. Di tahun 1874, van’t Hoff dan Le Bel secara independen mengusulkan teori atom karbon tetrahedral. Menurut teori ini, kedua asam laktat yang dapat digambarkan di Gambar 4.4. Salah satu asam laktat adalah bayangan cermin asam laktat satunya. Dengan kata lain, hubungan kedua senyawa seperti hubungan tangan kanan dan tangan kiri, dan oleh karena itu disebut dengan antipoda atau enantiomer. Berkat teori van’t Hoff dan Le Bel, bidang kimia baru, stereokimia, berkembang dengan cepat. Pada atom karbon pusat di asam laktat, empat atom atau gigus yang berbeda terikat. Atom karbon semacam ini disebut dengan atom karbon asimetrik. Umumnya, jumlah stereoisomer akan sebanyak 2n, n adalah jumlah atom karbon asimetrik. Asam tartarat memiliki dua atom karbon asimetrik. Namun, karena keberadaan simetri molekul, jumlah stereoisomernya kurang dari 2n, dan lagi salah satu stereoisomer secara optik tidak aktif (Gambar 4.5). Semua fenomena ini dapat secara konsisten dijelaskan dengan teori atom karbon tetrahedral.
(Fessenden dan Fessenden KIMIA ORGANIK hal. 85)
2.2    Karakteristik Bahan Yang Digunakan
Ø Atom karbon
Atom karbon dibedakan menjadi empat yaitu: primer(1º), sekunder (2º), tersier(3º), dan sekunder(4º). Atom karbon primer adalah atom karbon yang mengikat satu atom yang lain. Atom karbon sekunder mengikat dua atom karbon lain, sedangkan atom karbon tersier dan kuarterner berturut – turut mengikat tiga dan empat atom karbon yang lain.
Ø Atom hydrogen
Atom hydrogen di bedakang menjaditiga, yaitu primer, sekunder, dan tersier, tergantung pada jenis atom karbon yang mengikatnya. Atom hydrogen yang terikat pada atom karbon primer disebut atom hydrogen primer, atom hydrogen yang terikat pada atom karbon sekunder di sebut atom hydrogen sekunder, dan atom hydrogen yang terikat pada atom karbon tersier disebut atom hydrogen tersier.
Pada umumnya senyawa organic mengandung unsure-unsur C,H,O,N,halogen,belerang dan fosfor.Senyawa organic mudah tarbakar dan memberikan hasil akhir CO2,H2O dan hasil-hasil lain tergantung pada unsure-unsur penyusunnya.







BAB III
METODE

3.1    Alat dan Bahan
Foto(454) Batang valensi
 







                        Bulimut                                                    Batang falensi
Foto(461) Foto(459)
 

                                                                                       





                       Hidrogen                                                      Oksigen





Klor                                                             Karbon



2,2 -dimetilpropana 2-metilbutana
 







        2,2-dimetil propana                                   2-dimetil butana
n-heksana Siklobutana
 







2-metilpropana                         n-heksana                                                n-siklobutana
2-metilpentana
 







n-pentanaSikloheksana                    2-dimetil pentane                                         2-metil propana






                       n-sikloheksana                                               n-pentana
n-butana Foto(478)
 







                           n-butana                                                  dimetil eter
Etanol
 







                          n-etanol                                                  n-siklopentana















3.2    Prosedur kerja

 


2. Model Butana Dan Isobutana
 






























BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1    Hasil Pengamatan

I.     Model rantai dan lingkaran
Rumus molekul
Gambar molekul (tiga dimensi)
Rumus struktur

Nama senyawa

a.    zig- zag sudut 109,5 0

C6H12

  



n- heksana
b.   segi 6 semua atom c tidak terletak pada bidang datar
C6H12
Sikloheksana


sikloheksana
c.    segi 5 tidak terletak pada bidang datar
C5H10
Ni£d^$008


siklopentana
d.   segi 4 terletak pada bidang datar
C4 H8
Siklobutana


siklobutana



II.  model butana, isobutana dan alcohol
Rumus molekul
Gambar molekul (tiga demensi)
Rumus struktur
Nama senyawa
a.    zig-zag tidak semua atom C terletak pada bidang datar
2-metilpropanaC4H10













 




n- butana



2-metil propana


b.   zig-zag tidak semua atom C terletak pada bidang datar
C5H12








2,2 -dimetilpropanan-pentana2-metilbutana






n- pentana



2,2dimetil propana


2-metil butana

c.    zig-zag tidak semua atom C terletak pada bidang datar dan memiliki atom O
C2H6O







EtanolFoto(478)


n- etanol




dimetil eter


4.1    Pembahasan
v Batang valensiModel rantai dan lingkaran
Isomer Struktural
Isomer adalah molekul-molekul yang mempunyai rumus molekul yang sama tetapi strukturnya berbeda (atau susunan atomnya dalam molekul berbeda).keisomeran biasanya lazim dijumpai diantara senyawaan karbon, tetapi jarang di temui dalam senyawaan kovalen lainya dan senyawaan ion.isomer-isomer biasanya berbeda sifat fisik dan kimianya, seperti yang anda amati pada percobaan ini.
Menghubungkan 6 atom karbon dengan menggunakan 5 batang valensi untuk membentuk rantai karbon. Dan memasukan batang-batang dalam semua lobang atom karbon. Dan terjadi model  rantai dan lingkarang yaitu dengan struktur zigzag, dan rumus molekulnya yaitu C6H14 Dan, gambar molekul tiga dimensinya, dan  rumus struktur yaitu:






nama senyawanya adalah n- heksana.dan melepaskan garis lurus hanya dengan cara memutar atom karbon – karbon mengelilingi iktan – ikatan yang menghubungkan atom – atom karbon, menghubungkan atom C1  dengan atom C6 sehingga terbentuk segi enam.memengang lingkaran enam ini sejajar dengan mata dan mengamati sisi lingkaranya.  Dan model rantai dan lingkaran yaitu, segi 6 semua atom c tidak terletak pada bidang datar, dan rumus molekulnya C6H12, dan gambar molekul tiga dimensi yaitu:
Dan rumus strukrurnya yaitu:
cyclohexane
Cyclohexane, C6H12, is a ring of carbon atoms each with two hydrogens attached. This is what it looks like in both a structural formula and a skeletal formula.
Dan ini adalah sikloheksen yang sama sama tapi mengandung  ikatan rangkap:
cyclohexene
Dan nama senyawanya adalah n- sikloheksna.
Setelah itu mengambil satu atom karbon dan tiga batang valensi dari lingkaran di atas dan susunlah kelima atom karbon sisanya menjadi lingkaran segi lima.dan terbentuk model rantai dan lingkaran segi lima dan tidak semua atom C terletak pada bidang datar. Memiliki rumus molekul C5H10, dan gambar molekul tiga dimensinya serta rumus strukturnya yaitu:
Ni£d^$008 




nama senyawanya siklopentana.
SiklobutanaSetelah itu mengambil satu atom karbon dan tiga batang valensi kemudian membentuk sisanya membentuk lingkaran tanpa memaksa model didapatkan keempat atom karbon yang tersisa membentuk lingkaran empat dengan model rantai dan lingkaran segi empat dan tidak semua atom C terletak pada bidang datar. Memiliki rumus molekul C4H8 dan gambar molekul tiga dimensinya dan rumus strukturnya yaitu,
 




nama senyawanya adalah siklobutana.
Disusun lagi enam atom membentuk rantai dan mengambil atom C6 dan tiga batang valensinya. Dihubungkan atom C6 dengan salah satu batang valensi pada atom C4 yang tidak digunakan. Terbentuk rantai karbon bercabang dan memutar model 180º, sehingga atom C5 terletak ditempat atom C1 dengan model rantai dan lingkaran berbentuk zig-zag, tidak semua atom C terletak pada bidang datar. Memiliki rumus molekul C5H12.





Gambar molekul tiga dimensi dan rumus strukturnya yaitu,
2-metilbutana
 






v Model butana,  Isobutana dan Alkohol
Pada variasi dari struktur isomer ini, isomer mengandung grup fungsional yang berbeda- yaitu isomer dari dua jenis kelompok molekul yang berbeda.
Sebagai contoh, sebuah formula molekul C3H6O dapat berarti propanal (aldehid) or propanon (keton).
aldket
Ada kemungkinan yang lain untuk formula molekul ini. Sebagai contoh anda dapat mengikat rangkap rantai-rantai karbon dan memanbahkan -OH di molekul yang sama.
Pada variasi dari struktur isomer ini, isomer mengandung grup fungsional yang berbeda- yaitu isomer dari dua jenis kelompok molekul yang berbeda.
Ada kemungkinan yang lain untuk formula molekul ini. Sebagai contoh anda dapat mengikat rangkap rantai-rantai karbon dan memanbahkan -OH di molekul yang sama.
enol
Dua senyawa atau lebih yang memiliki rumus molekul yang sama di sebut isomer satu terhadap yang lain.jika senyawa-senyawa dengan rumus molekul yang sama itu memiliki urutan atom yang berlainan, maka mereka mempunyai struktur (bangun) yang berlainan di sebut isomer structural satu terhadap yang lain (kelak akan di jumpai, macam isomer lain). Di metal eter dan etanol merupakan contoh sepasang isomer struktural. 
Jika anda membuat model, tidak mungkin anda bisa mendapatkan molekul yang kedua dari molekul yang pertama dengan hanya memutar ikatan2 tunggal. Anda harus memutuskan ikatan bromin dibagian ujung dan memasangkannya ke bagian tengah. Pada saat yang sama anda harus memindahkan hidrogen dari tengah ke ujung.
Contoh lain terjadi pada alkohol, seperti pada C4H9OH
           Butanol                                                2-Butanol
 
butanola
Hanya kedua isomer ini yang bisa anda dapatkan dari rantai dengan empat buah karbon bilamana anda tidak mengubah rantai karbon itu sendiri. Anda boleh, mengubahnya dan menghasilkan 2 buah isomer lagi.
        2-Metil propanol                     2-Metil-2-propanol
 
butanolb

Menghubungkan empat atom karbon dengan menggunakan ikatan tunggal dan terbentuk model butana rantai panjang. Memiliki rumus molekul C4H10 dengan rumus strukturnya dan gambar molekul tiga dimensi yaitu,
n-butana
 





Dan nama senyawanya adalah n-Butana dan terdapat isomer butana yaitu 2-Metil Propana dengan rumus molekul C4H10 gambar molekul tiga dimensi dan rumus strukturnya yaitu,

2-metilpropana 




Dan nama senyawanya adalah 2-Metil Propana.
Setelah itu menghubungkan lima atom karbon dengan menggunakan ikatan tunggal maka dapat disusun bentuk molekul C5H12 dengan tiga isomer yang memiliki rumus struktur dan gambar molekul tiga dimensi yaitu,
n-pentana 2,2 -dimetilpropana 2-metilbutana
 










  n-Pentana                   2,2-dimetil propana                2-dimetil butana
dengan menggunakan 2 atom karbon (hitam), 6 atom hidrogen (putih) dan satu oksigen (merah), tentukan berapa molekul yang berbeda dan gambar tiga dimensi serta rumus strukturnya yaitu,
Foto(478)Etanol  







 




          
n-etanol                            dimetil eter
Eter adalah nama golongan senyawa organik yang mengandung unsur C, H, dan O denga rumus umum R-O-R’. bila rumus umum ini dilakukan dengan rumus air (H­-O­-H) maka eter dapat dianggap sebagai derifat dialkil dari air.
Diantara eter dan alkohol terdapat isomer fungsi dalam arti kedunya mempunyai rumus molekul yang sama tetapi gugus fungsinya berbeda. Diantara eter dan alkohol adalah CH3-O-CH3 dan CH3-CH2-OH. Perbedaan gugus fungsi tersebut mengakibatkan adanya perbedaan sifat fisika dan kimia pada eter. Eter adalah cairan tidak berwarna yang mobile dengan bau yang has, tidak bercampur dengan air, tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik tertentu. Eter mudah terbakar dengan nyala kuning yang jernih  uap eter membentuk campuran yang eksplosif dengan udara. Eter dapat melarutkan lemak, minyak, resin, alkaloid, bahkan zat-zat anorganik seperti Brom, Iod, dan beberapa jenis garam.  
v Model Rantai dan Lingkaran
Hubungan 6 atom karbon dengan menggunakan 5 batang valensi untuk membentuk rantai karbon masukan batang-batang dalam semua lobang atom karbon. Perhatikan bahwa 1 atom karbon dapat diputar terhadap atom karbon lain yang berikatan kovalen tunggal.
a.    Mungkinkah terbentuk garis lurus hanya dengan cara memutar atom karbon-karbon mengelilingi ikatan-ikatan yang menghubungkan atom-atom karbon? Apakah rantai ini mempunyai struktur zig-zag? ya
b.    Lepaskan batang valensi dari atom C6 dan dengan memutar atom karbon sekitar ikatan valensi yang menghubungkan atom-atom karbon, hubungan atom C1 dengan atom C6 sehingga terbentuk lingkaran segi enam. Peganglah lingkaran enam ini sejajar dengan mata dan amatilah sisi lingkarnya. Apakah semua atom karbon terletak pada suatu bidang? Tidak. Karena atom C pada n- butana tidak semua terletak pada bidang datar. Contoh :
 




c.    Ambillah satu atom karbon dan tiga batang valensi dari lingkaran di atas dan susunlah kelima atom karbon sisanya menjadi lingkaran segi lima.
-       Peganglah lingkaran tersebut sejajar dengan mata dan amati sisi lingkarnya.
-       Apakah semua atom karbon terletak pada satu bidang? Tidak. Karena atom C pada n- butana tidak semua terletak pada bidang datar. Contoh:




-       Ambillah lagi satu atom karbon dan tiga batang valensinya, kemudian susun sisanya membentuk rantai lingkar
-       SiklobutanaTanpa memaksa model, dapatkah keempat atom karbon yang tersisa membentuk lingkar empat? Ya, contohnya:




d.   Susun lagi enam atom membentuk rantai. Ambillah atom C6 dan tiga batang valensinya. Hubungkan atom C6 ini dengan salah satu batang valensi pada atom C4 yang tidak digunakan. Terbentuk rantai karbon bercabang. Putarlah model 180º, sehingga atom C5 terletak ditempat atom C1 semula. Apakah pemutaran ini menghasilkan susunan atom-atom yang berbeda? Ya
v Model Butana dan Isobutana
a.    Hubungan 4 atom karbon dengan menggunakan ikatan tunggal.
1.    Mungkinkah pekerjaan tersebut dilakukan dengan lebih dari satu cara? Ya, mungkin.
Masukkah atom-atom hidrogen ke valensi atom karbon yang belum digunakan.
2.    Bagaimanakah rumus molekul untuk tiap molekul hidrokarbon yang disusun? Yaitu 2-metil propana dan n-butana
3.    Disebut apakah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama tapi rumus strukturnya berbeda? Disebut Isomer struktur
4.    2-metilpropanaGambarlah rumus struktur dan nama senyawa hidrokarbon tersebut?
                                         



n-butana
 





b.   Hubungkan 5 atom karbon dengan menggunakan ikatan tunggal
1.    Dengan menggunakan model yang dikerjakan seperti di atas, ada berapa senyawa yang dapat disusun? Tiga senyawa






2.    Gambarlah rumus struktur dan nama dari senyawa organik tersebut
n-pentana 2,2 -dimetilpropana 2-metilbutana
 








        
n-Pentana                2,2-dimetil propana          2-dimetil butana
c.    Dengan menggunakan 2 atom karbon (hitam), 6 atom hidrogen (putih), dan satu oksigen (merah), tentukan berapa molekul yang berbeda dapat disusun? 2 molekul yang dapat disusun.
Gambarlah rumus struktur masing-masing model dan berilah nama.  
 

  
          

Etanol Foto(478)
 




                          n-etanol                         dimetil eter







BAB V
PENUTUP

5.1    Kesimpulan
Dari percobaan ini praktikan mengambil kesimpulan bahwa:
1.    Isomer struktur adalam senyawa yang memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus strukturnya berbeda –beda.
2.    Isomer  fungsional adalah senyawa yang memiliki rumus molekul sama, tetapi group fungsionalnya berbeda.
3.    Pada model  rantai dan lingkaran terdapat  beberapa  macam rumus molekul yaitu: C6H14, C6H12, C5H10,C4H8 dan 2- metil propana. Sedangkan
4.    Pada model butana, isobutana dan alcohol adalah n- butana, 2-metil propana, n- pentana, 2.2- dimetil propana,2- metal butana, n etanol, dan di etil eter.

5.2    Kemungkinan Kesalahan
1.    Kurang telitinya praktikan dalam menyusun suatu atom
2.    Kurang telitinya praktikum dalam menghubungkan batang valensi dalam lubang atom karbon, hydrogen, dan oksigen.
3.    Kurang telitinya praktikan dalam mengolah data

5.3    Jawaban pertanyaan praktikum (pra dan pasca praktikum)
*        Pertanyaan pra praktikum
1)   Apakah yang di maksut senyawa karbon?
2)   Apakah yang di maksut dengan isomer struktur, isomer fungsional?
3)   Tuliskan rumus struktur yang mungkin senyawa dengan rumus molekul C5H12 dan C4H9OH.
*        Jawaban
1)   senyawa karbon adalah suatu senyawa yang salah sau unsur penyusunnya adalah atom karbon.
2)   Isomer struktur adalah isomer dimana atom di atur dalam susunan yang berbeda- beda. Sedangkan isomer fungsional adalah isomer yang mengandunggrup fungsional yang berbeda yaitu isomer dari dua jenis kelompok  molekul yang berbeda.
3)   C5H12
a.    CH3 - CH2- CH2 - CH2 - CH3
                       n- pentana

          CH3
CH3 - CH2 – CH - CH3
     2- metil butana

            CH3
CH3 – C -CH3
            CH3
 2,2- dimetil propana

b.    C4H9OH
H3C - CH2 - CH2 - CH2  - OH
                        n- butanol

H3C - CH2 - CH – CH3
                                      OH
                    2 - butanol

           CH2

CH3 –  CH  -  CH3

          OH
2 – metil - 2- propanol


CH3- CH2- O- CH2- CH3
                           Dietil eter

CH3- O- CH2- CH2- CH3
                        Metil propil eter
















                     









DAFTAR PUSTAKA

Fessenden. 2006. Kimia Organik  jilid 1. Jakarta: Erlangga
JICA. Kimia Organik I. Bandung: ITB
ttp://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_organik_dasar/isomer_pada_ senyawa_organik/ isomer_struktural
Fessenden RJ. 1997. Dasar-dasar Kimia Organik. Jakarta: Binarupa Aksara
Teaching, Team. 2010. Modul Praktikum Organik I. Gorontalo: Lab. Kimia UNG





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar