Jumat, 13 April 2012


LAPORAN AKHIR
MODUL VI


A.  Judul                      : Perbedaan Antara Senyawa Organik Dengan Anorganik

B.  Tujuan                   : Melalui percobaan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami                                            perbedaan sifat antara senyawa organik dan senyawa anorganik

C. Dasar Teori

Kimia Organik adalah disiplin ilmu kimia yang spesifik membahas studi mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi dan persiapan(sintesis atau arti lainnya) tentang persenyawaan kimiawi yang bergugus karbon dan hidrogen, yang dapat juga terdiri atas beberapa elemen lain, termasuk nitrogen, oksigen, unsur halogen, seperti fosfor, silikon dan belerang. <1> <2> <3> Definisi asli dari kimia "organik" berasal dari kesalahan persepsi atas campuran organik yang selalu dihubungkan dengan kehidupan. Tidak semua senyawa organik mendukung kehidupan di bumi sepenuhnya, tetapi kehidupan seperti yang telah kita ketahui bergantung pula pada sebagian besar kimia anorganik; sebagai contoh: beberapa enzim bergantung pada logam transisi, seperti besi dan tembaga; dan senyawa bahan seperti cangkang/kulit, gigi dan tulang terdiri atas sebagian bahan organik,sebagian lain anorganik.
Terlepas dari bahan dasar karbon, kimia anorganik hanya menguraikan senyawa karbon sederhana, dengan struktur molekul yang tidak mengandung karbon menjadi rantai karbon (seperti dioksida, asam, karbonat, karbida, dan mineral). Hal ini tidak berarti bahwa senyawa karbon tunggal tidak ada (yaitu: metana dan turunan sederhana). Biokimia sebagian besar menguraikan kimia protein (dan biomolekul lebih besar).Karena sifat yang spesifik, senyawa berantai karbon banyak menampilkan keanekaragaman senyawa organik yang ekstrim dan penerapan yang sangat luas. Senyawa-senyawa tersebut merupakan dasar atau unsur pokok beberapa produk (cat, plastik, makanan, bahan peledak, obat-obatan, petrokimia, beberapa nama lainnya) dan (terlepas dari beberapa pengecualian) bentuk senyawa merupakan dasar dari proses hidup.
Perbedaan bentuk dan reaktivitas molekul kimia menetapkan beberapa fungsi yang mengherankan, seperti katalis enzim dalam reaksi biokimia yang mendukung sistem kehidupan. Pembiakan otomatis alamiah dalam Kimia Organik dalam kehidupan seluruhnya. Kecenderungan dalam Kimia organik termasuk sintesis kiral, kimia hijau, kimia gelombang mikro,fullerene(karbon alotropis) dan spektroskopi gelombang mikro.

      Kimia anorganik adalah cabang kimia yang mempelajari sifat dan reaksi senyawa anorganik. Ini mencakup semua senyawa kimia kecuali yang berupa rantai atau cincin atom-atom karbon, yang disebut senyawa organik dan dipelajari dalam kimia organik. Perbedaan antara kedua bidang ilmu ini tidak mutlak dan banyak tumpang-tindih, khususnya dalam subbidang sianat (senyawa anorganik), atau Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.
Di antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.
Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format, asam lemak pertama, organik.
Nama "organik" merujuk pada sejarahnya, pada abad ke-19, yang dipercaya bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat/disintesis dalam tubuh organisme melalui vis vitalis - "life-force".
Kebanyakan senyawaan kimia murni dibuat secara artifisial.

                                                 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sudah sejak zaman purba orang mengetahui bahwa tubuh makhluk hidup (manusia, tumbuhan, dan hewan) dapat menghasilkan berbagai macam zat. Gula pasir didapat dari batang tebu, dan gula merah dihasilkan dari pohon enau. Beras dan gandum dapat diuraikan oleh ragi menjadi alkohol. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal formalin, suatu zat pengawet yang dihasilkan oleh semut. Orang Mesopotamia dahulu memperoleh zat-zat pewarna dari hewan molluska. Pupuk urea didapatkan dengan menguapkan air seni (urine) mamalia. Kini kita mengetahui bahwa fosil tumbuhan dan hewan yang terpendam berabad-abad dalam tanah dapat berubah menjadi minyak bumi.
Menjelang akhir abad ke 18, para ahli kimia membagi senyawa-senyawa menjadi dua kelompok :
a. Senyawa organik, yang dihasilkan oleh makhluk hidup (organisme)
b. Senyawa anorganik, yang dihasilkan oleh benda mati (kulit bumi atau udara)
Istilah organik dan anorganik ini diusulkan oleh Karl Wihem Scheele (1742 -1786) dari Swedia pada tahun 1780. Pada tahun 1807, Jons Jakob Berzelius (1779-1848) mengeluarkan teori bahwa senyawa-senyawa organik hanya dapat dibuat di dalam tubuh makhluk hidup dengan bantuan “daya hidup” (Vis Vitalis dalam bahasa Latin), sehingga senyawa organik tidak mungkin dapat dibuat dari senyawa anorganik di laboratorium. Oleh karena Berzelius dipandang sebagai ahli kimia terbesar pada saat itu, teorinya dianut oleh para ilmuwan lainnya tanpa ragu-ragu. Ternyata teori “daya hidup” itu tidak bertahan lama, dan akhirnya ditumbangkan oleh murid Berzelius sendiri, Friedrich Wohler (1800 -1882) dari Jerman. Pada tahun 1827, Wohler mereaksikan perak sianat dengan amonium klorida untuk membuat amonium sianat.
AgOCN + NH4Cl                    NH4OCN + AgCl(s)
Ketika Wohler menguapkan pelarut air untuk memperoleh kristal padat amonium sianat, ternyata pemanasan yang terlalu lama menyebabkan amonium sianat berubah menjadi urea !. NH4OCN à (NH2)2CO
Penemuan Wohler itu menggemparkan dunia ilmu kimia, sebab urea (senyawa organik) dapat dibuat dari amonium sebagaimana bunyi surat Wohler kepada Berzelius tertanggal 22 Februari 1828 : “ Saya mampu membuat urea dalam tabung reaksi tanpa bantuan ginjal hewan atau manusia

C.  ALAT DAN BAHAN

Krus                                                    Etanol
Pemanas                                              Air Kapur
Kaki tiga                                             Urea
Kawat kasa                                         Larutan NaOH 3M
Beaker 250 ml                                     Lakmus Merah
Tabung reaksi                                      Lakmus Biru
Beaker kecil                                        Putih Telur
Batang pengaduk kaca                        Larutan Timbal Asetat
Geals arloji                                          Larutan Asam Klorida 3M
Kawat tembaga                                   Kloroform
Cawan penguapan                               Larutan Kalium Bromida
Batang pengaduk                                Kasein
                                                            Larutan asam nitrat 3M
                                                            Larutan amonium molibdat
                                                            Kristal natrium klorida
                                                            Kristal sukrosa
                                                            Larutan perak nitrat 1%
Gambar alat
 Pembakar spirtus
Kapasitas 100 ml, bertutup untuk mencegah penguapan, bahan kaca.
Kegunaan :Untuk membakar zat atau memanasi larutan.
 Kaki tiga
Satu ring diamater 80 mm dengan tiga kaki panjang 8 cm. Diameter luar : 8 mm.
Kegunaan :Untuk penyangga pembakar spirtus

 Beker gelas 1000 ml
Bahan: gelas borosilikat. Volume : 1000 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa.
Kegunaan :Tempat untuk percobaan, proses difusi osmosis

 Tabung reaksi
Bahan: gelas borosilikat, Ukuran: 15 x 150mm. Per pak 50 buah.
Kegunaan :Untuk mereaksikan zat.

Batang pengaduk
Batang gelas, dengan ujung bulat dan ujung yang lain pipih. Panjang 15 cm.
Kegunaan :Pengocok larutan
1.      Prosedur Ker Uji Unsur-Unsur Terkandung Dalam Senyawa Organik

 


-          Dimasukan dalam krus
-          Dibakar
-         
Cloud Callout: Beaker 250 ml
 

 

-          Di isi dengan air Dingin
-          Mengeringkan bagian bawah luar dan sisi luar beaker
-          Cloud Callout: Larutan etanolMengamati yang terjadi




Cloud Callout: Beberapa ml air kapur
 



-          Dimasukan dalam tabung reaksi
-          Mencelupkan batang pengaduk kedalam air kapur
-      Menempatkan ujung  pengaduk  ± 2 cm diatas nyala etanol yang sedang terbakar
-          Mengamati perubahan air kapur
-          Mencelupkan kaca pengaduk kedalam sisa air kapur
-          Cloud Callout: Air kapurMenghembuskan nafas keair kapur yangh menemel pada ujung pengaduk selama beberapa menit

Cloud Callout: Kawat tembagaUji Beilstein

 

-          Dimasukan salah satu ujung kawat tembaga ke nyala api
-          Mencelupkan ujung kawat kesalah satu larutan  kemudian masukan ke nyala api
-          Mengamati warna yang dihasilkan
-          Menguji air ludah yang telah terkumpul dalam sebuah beaker kecil
-          Mencatat pengamatan
-          Mengusap kawat tembaga yang dingin bersih ke tangan anda kemudian masukan ke nyala api
Cloud Callout: Perubahan kawat
 


Perbedaan sifat senyawa organik dan anoranik
a.    Perbedaan yang teramati pada pemansan
Cloud Callout: Cawan penguapan
 


-          Meletakan pada kawat kasa diatas kaki tiga
-          Beberapa kristal klorida pada salah satu bagian cawan penguapan
-          Meletakan beberapa kristal sukrosa  panaskan perlahan-lahan kemudian panaskan dengan cepat sampai cawan merah membara
-          Dinginkan
-          Keluarkan NaCl dari cawan
-          Cloud Callout: Larutan nacl Kemudian panaskan dengan kuat residu sukrosa sampai habis


                                                                             
b. Perbedaan Ionisasi
 


-     Dimasukan dalam tabung reaksi
-     Masukan kloroform dengan jumlah yang sama
-     Menambahkan 3 tetes larut an perak nitrat 1 % ke dala masing-masing tabung
Cloud Callout: Campuran  nacl + perak nitrat 



D.  HASIL PENGAMATAN
  1. uji unsure-unsur yang terkandung dalam senyawa organic
    1. uji unsure-unsur yang terdeteksi pada pembakaran senyawa organic.

No
perlakuan
Hasil pengamatan
1
Etanol di bakar
Warna etanol ungu
2
Gelas kimia yang berisi air dengan dipanakan diatas krus yang berisi etanol dibakar
Sebelyum air dipanaskan gelas kimia terlihat lembab setelah dipanaskan kelembaban hilang
3
Ujung batang pengaduk ditempatlan diatas nyala etanol yang sedang terbakar dengan jarak rata-rata 2 cm
Air kapur pada ujung batang pengaduk mongering dan serbguk kapur yang terbentuk menempel pada ujung batang pengaduk

    1. Usur-unsur yang terdeteksi Usur-unsur yang terdeteksi pada penambahan basa kuat dan pemanasan senyawa organic
  1. perbedaan ionisasi
No
Perlakuan
Hasil pengamatan
1
Perak nitrat 1% sebanyak 3 tetes ditambahkan pada 2 mL CHCl3
Perakk nitrat larut dalam CHCl3 dan larutan tetap bening
2
Ditambahkan perak nitrat berlebih
Terbentuk dua lapisan larutan (lapisan atas perak nitrat dan lapisan bawah CHCl3)
3
3 tetes perak nitrat 1% ditambahkan pada 2 mL NaCl 0,1 M
Larutam menjadi keruh

G. Pembahasan
1. Uji Unsur-Unsur Yang  Terkandung  Dalam Senyawa Organik
a. Unsur-unsur yang terdeteksi pada pembakaran senyawa organik
        Dengan memasukan 2 ml etanol dalam krus, kemudian bakarlah etanol  tersebut dengan api kecil. Bila etanol terbakar kemudian mengambil beaker 250 ml dan mengisi dengan air yang dingin. Keringkan bagian bawah luar dan sisi luar beaker tersebut. Peganglah beaker diatas alkohol yang sedang terbakar kemudian diamati.
        Memasukan beberapa mililiter air kapur dalam sebuah tabung reaksi atau beaker kecil. Mencelupkan batang pengaduk kaca dalam air kapur tersebut sedemikian sehingga tertinggal satu tetes air kapur jernih pada ujung pengaduk. Menempatkan ujung pengaduk kira-kira 2 cm diatas nyala etanol yang sedang terbakar, kemudian mengamati perubahan yang terjadi pada air kapur.
b.    Uji Beilstein
Memasukan salah satu ujung kawat tembaga tersebut kenyala api, sampai tidak timbul warna. Setelah dingin, mencelupkan ujung kawat tersebut kesalah satu larutan diatas, kemudian masukan kenyala api. Kemudian mengamati perubahan warna yang terjadi. Dan menguji air ludah yang telah terkumpul dalam sebuah beaker kecil. Mencatat pengamatan dan kesimpulan kemudian mengusapkan kawat tembaga yang dingin dan bersih ke tangan kemudian masukan kenyala api, uji ini akan berhasil bila tangan berkeringat.
2.    Perbedaan Sifat Senyawa Organik Dan Anorganik
a.      Perbedaan yang teramati pada pemanasan
Meletakan sebuah cawan penguapan pada kawat kasa diatas kaki tiga. Pada salah satu bagian cawan penguapan, meletakan beberapa kristal NaCl. Pada bagian lain meletakan beberapa kristal sukrosa. Mula-mula panaskan perlahan-lahan, kemudian panaskan dengan cepat sampai cawan merah membara. Dinginkan, kemudian mengamati perubahan NaCl dan sukrosa tersebut. Mengeluarkan NaCL dari cawan kemudian panaskan dengan kuat residu sukrosa sampai habis.

b.      Perbedaan ionisasi
Memasukan 2 ml larutan natrium klorida 0,1 M dalam sebuah tabung reaksi. Pada tabung yang lain, memasukan kloroform dengan jumlah yang sama. Dan menambahkan 3 tetes larutan perak nitrat 1% kedalam masing-masing tabung. Mencatat pengamatan. Dan menyimpulkan tentang adanya ion klorida dalam dua tabung reaksi.

H. Kesimpulan
Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.
Di antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.
Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format, asam lemak pertama, organik.
Nama "organik" merujuk pada sejarahnya, pada abad ke-19, yang dipercaya bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat/disintesis dalam tubuh organisme melalui vis vitalis - "life-force"

I.                                  DAFTAR PUSTAKA
            Team teaching prak. Kimia Organik. 2008. Modul Praktikum. Gorontalo: UNG
            Organik versus Anorganik - Buku kimia kelas 1 SMA
           
oleh Bpk Ganggeng Kanyoet, Yogya
            Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas







Tidak ada komentar:

Posting Komentar